Sabtu, 17 November 2012

Laporan Membuat Siklus Air Sederhana



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

1.      JUDUL PRAKTIKUM     :
Membuat Model Siklus Air Sederhana

2.      TUJUAN PRAKTIK         :
Membentuk model siklus air
3.      TEMPAT PRAKTIKUM  :
Lapangan Rumput, Depan Lab. Computer

4.      PELAKSANAAN PRAKTIKUM :
Selasa, 15 Mei 2012
5.      PRAKTIKAN      :
1.   Merita Belina Chrystin Pramandani (20)
2.  Retna Lea Santika S.            (27)
3.  Riza Oktaviana Uly Ulya          (29)
4.  Silvi Nurul Oktaviana                   (35)

6.      ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM :
1.   Plastik bening
2.  Karet atau tali rafia
3.  Mangkuk besar
4.  Mangkuk kecil
5.  Air
6.  Pemberat
7.      CARA KERJA    :
1.   Isilah mangkuk besar dengan air kira-kira 1/3 bagian dan letakkan mangkuk kecil di tengah-tengah mangkuk besar!
2.  Tutuplah mangkuk besar dengan plastik transparan dan ikatlah penutup plastik tersebut dengan kuat!
3.  Letakkan pemberat di atas plastik penutup tepat di bagian tengah-tengah!
4.  Letakkan alat tersebut dibawah terik matahari, selama 2 jam
5.  Amatilah apa yang terjadi, apakah terdapat tetes-tetes air di dalam mangkuk kecil!



8.      DATA PENGAMATAN  :

No
Hal yang Diamati
Sebelum Dipanaskan
Sesudah Dipanaskan
1.
Jumlah Air dalam Mangkuk Besar
370 ml
352 ml
2.
Ada Tidaknya Air dalam Mangkuk Kecil
Tidak Ada
Ada
3.
Titik-titik air dalam plastik
Tidak Ada
Ada

9.      ANALISA DATA                        :
1.   Jumlah air setelah dipanaskan ternyata berkurang dari jumlah sebelum air dipanaskan
2.  Setelah dipanaskan, ternyata mangkuk kecil yang semula kosong, terisi air
3.  Di dalam penutup plastik yang semula kering, terdapat butir-butir atau titik-titik air setelah dipanaskan

10.  BAHAN DISKUSI           :
1.      Mengapa di dalam mangkuk kecil terdapat air?
Karena di mangkuk besar terjadi proses penguapan, sehingga terdapat uap air yang kemudian menjadi butir-butir air di penutup plastik, lalu berkumpul di satu tempat, dan jatuh tepat dibawah pemberat (mangkuk kecil). Hal itu dikarenakan, air mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah

2.      Jika di alam, siklus air terjadi, diawali dari proses transpirasi dan evaporasi. Jelaskan secara singkat siklus air di alam!
Sirkulasi air dalam ekosistem dimulai dengan adanya proses pemanasan permukaan bumi oleh sinar matahari, lalu terjadi penguapan hingga akan terjadi proses perubahan uap air menjadi titik air yang berkumpul diatmosfer. Bila uap air telah menjadi titik-titik air, maka hujan akan turun. Kemudian air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan tersebar, ada yang meresap ke dalam tanah, singgah di dedaunan, mengalir menuju laut melalui sungai atau mengumpul di danau, atau menguap lagi ke Atmosfer.


3.      Jika terjadi pencemaran air, misalnya, adanya tumpahan minyak di laut, bagaimanakah proses suklus air?
Minyak adalah bahan pencemar yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga minyak akan menggunung dimana-mana dalam air. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya kualitas air ketingkat yang lebih membahayakan yang sehingga menggangu proses siklus air


11.  KESIMPULAN :
Proses siklus air terjadi di awali dari proses transpirasi dan evaporasi. Namun proses siklus air ini dapat terganggu apabila di dalam air terdapat polutan yang dapat menyebabkan pencemaran, seperti Minyak, Limbah Keluarga, Limbah Pabrik, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita harus dapat menjaga keseimbangan ekosistem kita, agar proses alam, seperti proses siklus air ini tetap dapat terjadi dengan baik

Contoh Laporan Pengamatan Transfor Melalui Membran Sel



LAPORAN PRAKTIKUM

Judul Pratikum            :
Mengamati Transfor Melalui Membran Sel
Tujuan Praktikum        :
1.      Mengamati Proses Osnosi
2.       Mengamati Proses Difusi            
Tempat, Hari, Tanggal :
LAB. Biologi SMAN 6 Kediri
Jumat, 10 Agustus33 2012 – Sabtu, 11 Agustus 2012
Praktikan         :
1.      Dennisa Ozzylia W           (07)
2.      Retna L. Santika               (26)
3.      Silvi N. Oktaviana             (30)
4.      Weny Rino L.                   (33)
Alat dan Bahan:
1.      2 Gelas Aqua
2.      2 Karet gelang
3.      2 Plastik  kg
4.      Silet/Cutter
5.      Pepaya
6.      Air Aquades
7.      Air Garam
Cara Kerja       :
a.       Pengamatan Osnosis:
1.      Bersihkan pepaya dari kulit dan isinya
2.      Potong bagian kecil pepaya menjadi 2 potongan dadu
3.      Timbang berat potongan dadu satu per satu, lalu mendata beratnya
4.      Menakar air Aquades (air keran) sebanyak 30 ml, begitu pula dengan air garam 30 ml
5.      Tuangkan air-air tersebut pada gelas Aqua yang berbeda. Masukkan pepaya satu per satu di dalam kedua gelas Aqua
6.      Tutup gelas Aqua dengan menggunakan plastik yang sudah dibelah dan merapati dengan karet gelang
7.      Beri tanda atau keterangan pada keduanya untuk membedakan dengan kelompok lain dan bisa membedakan antara gelas yang berisi air Aquades dengan air garam
8.      Diamkan selama 1 hari
9.      Setelah didiamkan selama 1 hari, ambil kedua gelas Aqua dan dibuka untuk menimbang kembali berat potongan pepaya
10.  Ambil potongan pepaya dari air Aquades dan menimbangnya. Lalu ukur volume air Aquades, begitu pula dengan potongan pepaya di dalam air garam
11.  Setelah selesai melakukan hasil pengamatan buang hasil pengamatan pada tempatnya

b.      Pengamatan Difusi:
1.      Sediakan 3 tabung berisi air bersih
2.      Dan masing-masing diberikan tinta berwarna biru
3.      Lalu amati lama waktu air agar bisa tercampur rata dengan tinta, dengan konsentrasi yang berbeda
4.      Jika sudah, catat waktu air yang sudah tercampur dengan rata

Hasil Pengamatan       :
a.       Osnosi
Gelas Aqua
Perlakuan
Buah Pepaya
Volume Air
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
1
Air Aquades
4, 52 gram
6, 92 gram
30 ml
29 ml
1
Air Garam
2, 09 gram
4, 82 gram
30 ml
32 ml

b.      Difusi
Beaken Gelas
Konsentrasi Air
Waktu
I
100%
19 menit
II
50%
11 menit
III
25%
1 menit

Analisa Hasil Pengamatan :
a.       Osnosi:
Berdasarkan pada hasil tabel pengamatan, tranfor membran sel air garam ke potongan pepaya lebih cepat bila dibandingkan dengan transfor air Aquades ke potongan pepaya
b.      Difusi:
Berdasarkan pada hasil tabel pengamatan, konsentrasi air 25% paling cepat pencampurannya bila dibandingkan dengan yang lain. Namun konsentrasi air 50% lebih cepat bila dibandingkan dengan konsentrasi air 100%


Kesimpulan                 :
a.       Osnosi:
Semakin keruh atau semakin senyawa air bertambah, maka akan lebih cepat mempengaruhi benda yang ada di dalamnya
b.      Difusi:
Semakin kecil tingkat konsentrasi air, makan semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk transfor membran sel. Begitu pula sebaliknya, semakin besar tingkat konsentrasi air, maka semakin lama atau semakin banyak waktu yang dibutuhkan
Daftar Pustaka                        :
                                    http://www.biologi-online.org/
                                    Suspriyanti, Ninik. 2012. Buku Pendamping Biologi. Sidoarjo: Masmedia